Jual Miniatur KRI Dewaruci, Siap Kirim Seluruh Indonesia & Mancanegara, WA 0888-0536-8709

Jual Miniatur KRI Dewaruci, Siap Kirim Seluruh Indonesia & Mancanegara, WA 0888-0536-8709

Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci merupakan sebuah kapal latih tiang tinggi legendaris yang ada di negara ini yang digunakan oleh taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut (AAL). Kapal ini dihadirkan untuk melahirkan perwira & pelaut Indonesia yang tangguh. Para taruna / kadet AL Indonesia dilatih untuk mengarungi lautan lepas bersama KRI Dewaruci. Pelayarannya juga tidak selalu mulus & seperti yang diharapkan, kadang mereka akan menghadapi ganasnya lautan seperti dengan adanya badai yang dapat terjadi kapanpun. Dari pengalaman tersebut, maka akan lahir pelaut – pelaut yang berkarakter, tangguh, & dapat diandalkan.

Nama dari kapal ini diambil dari nama dewa yang ada dalam kisah klasik pewayangan Jawa yaitu Dewa Ruci. Dengan penggunaan nama ini di kapalnya, maka diharapkan bagi para pelaut yang lahir dari kapal latih tiang tinggi ini akan menemukan jati dirinya, sebagaimana seorang Bima yang menemukan makna kehidupan yang sebenarnya dalam diri Dewaruci. Yang akan membuat mereka menjadi berkarakter, cakap, dan tangguh dalam menjaga wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga : Kisah Bima bertemu Dewaruci

Kapal ini merupakan kapal yang masuk dalam tipe kelas Barquentine. Memiliki ukuran total panjang 58,5 meter, lebar lambung 9,5 meter, kedalaman draft 4,50 meter, dan juga bobot mati 847 ton. Kapal ini mempunyai total 16 layar dengan luas keseluruhan layarnya 1.091 m2 dan juga mempunyai tiga tiang utama yang diberi nama dari tokoh pewayangan yaitu Bima, Yudhistira, dan juga Arjuna. Selain menggunakan layar untuk melakukan perjalanan, kapal ini  juga memakai mesin 986 PK Diesel sebagai alat gerak dengan satu propeler / penggerak berdaun 4. Mempunyai kecepatan 10,5 knot dengan mesin dan 9 knot dengan layar.

Keistimewaan yang dimiliki oleh KRI Dewaruci terletak pada alat navigasinya yang dioperasikan dengan cara manual dan konstruksi yang sebagian besarnya memakai logam baja. Untuk penggunaan bahan kayunya itu diletakkan pada sejumlah ornamen ukiran yang menjadikannya sebagai ciri khas dari kapal Dewaruci. Pada saat menjalankan tugas, KRI Dewaruci memiliki tradisi turun temurun yang dilakukan pada saat melintas di selat antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, kegiatannya merupakan upacara tabur bunga yang dilakukan untuk menghormati arwah Komandan KRI Dewaruci yang pertama yaitu Kapten Pelaut August Friederich Hermann Rosenow. Tradisi seperti ini selalu dilakukan oleh seluruh prajurit Dewaruci sebagai salah satu kehormatan, karena Beliau yang meminta agar abu jasadnya ditabur di Selat Sunda.

Pada Setiap tahunnya, kadet AAL berlayar dengan menggunakan Dewaruci ke berbagai belahan dunia dengan tujuan utamanya adalah latihan pelayaran bintang atau disebut Kartika Jala Krida.  KRI Dewaruci ini juga sering mengikuti lomba kapal layar di berbagai tempat di dunia. Kapal ini juga memiliki marching band sendiri, yaitu marching band taruna Akademi Angkatan Laut yang biasa dikenal dengan nama Gita Jala Taruna.

Kini, setelah mengabdi selama lebih dari 60 tahun yang telah diajak berkeliling dunia melalui 5 benua & 7 samudera untuk mengemban misi pelatihan dan budaya bagi negara ini, sudah dipurna tugaskan. Kemudian dialihfungsikan sebagai sarana objek wisata sejarah maritim di Indonesia. Kapal ini nantinya akan lebih banyak bersandar, sementara misi penjelajahan lautan ini nantinya akan diteruskan oleh pengganti dari kapal latih ini yaitu KRI Bima Suci.

Selengkapnya : KRI Bima Suci

Miniatur Kapal Layar Dewaruci

Baca juga : Sejarah Kapal Bima Suci

Pastinya banyak di antara kalian semua yang kangenkan dengan kapal ini? Apalagi jika belum pernah melihatnya, maka rasa penasaranpun akan hinggap karena cerita dari kapal ini yang sangat berkesan di hati. Tapi kalian semua jangan risau, RAP Handicraft telah menghadirkan miniatur kapal Dewaruci, baik itu berupa kapal layar, kapal dalam botol, maupun tempat pulpen & kartu nama. Semoga dengan adanya produk yang kami keluarkan ini, dapat mengobati rindu kalian akan kapal yang sangat hebat ini. Yuk, cek sekarang di tokoraphandicraft.com

IF YOU WANNA KNOW MORE ABOUT US

Spesialis Kerajinan Miniatur Kapal Layar dan Modern

– RAP HANDICRAFT –

Singkalan, Rt.11/Rw.05, Kec. Balongbendo, Kab. Sidoarjo

Phone : + 62-8880-5368-709

Email : craftkerajinan@gmail.com

Sejarah Kapal KRI Bima Suci

Sejarah Kapal KRI Bima Suci

Jajaran Kapal Republik Indonesia (KRI) kedatangan anggota baru, yaitu KRI Bima Suci-945 atau yang biasa dikenal dengan nama KRI Bima Suci. Kapal ini secara resmi telah menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut dan merupakan sebuah kapal layar latih bagi taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut (AAL). Kapal ini secara resmi telah digunakan untuk menggantikan posisi kapal layar latih pendahulunya, yaitu KRI Dewaruci.

Baca juga : Awal Munculnya Bima Suci

Nama dari kapal ini terinspirasi dari nama muridnya Dewaruci, yaitu Bima suci. Figur dari Bima Suci ini muncul dalam wujud patung yang berada di bagian depan lambung kapal ini. Figur tersebut tampak sedang dililit oleh ular yang dikenal sebagai musuh terakhirnya Werkudara (nama lain dari Bima Suci) sebelum ketemu dengan Dewaruci. Terlihat juga kuku pancanaka yang dijadikan sebagai senjata andalannya dalam mengalahkan ular itu. Dengan memakai nama ini, maka diharapkan bagi para taruna untuk memiliki karakter seperti Bima yang mempunyai etos keilmuan yang tinggi.

Selengkapnya : Spesifikasi KRI Bima Suci

KRI Bima Suci dibangun di galangan kapal Contruccon Navales Freire Shipyard di Vigo, Spanyol barat, yang memekan waktu selama hampir dua tahun. KRI Bima Suci diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P, di dermaga tempat kapal ini dibuat, yaitu di Dermaga Freire, Vigo, Spanyol. Dalam peresmian tersebut, dilakukan rangkaian upacara kemiliteran dan membunyikan sirine sebagai tanda peresmian. Yang tidak boleh ketinggalan juga adalah dengan dikibarkannya bendera Merah Putih di atas kapal Bima Suci.

KRI Bima Suci dijadwalkan akan langsung melakukan tugas perdananya yaitu operasi penyeberangan dengan berlayar mulai dari Spanyol menuju ke Indonesia pada 18 September 2017. Pada pelayaran yang pertama ini, sekaligus melakukan pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2017, bersama dengan 119 Taruna/Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat III Angkatan 64. KJK ini adalah pelayaran muhibah ke luar negeri, sekaligus dijadikan sebagai latihan dan praktek (Latek) bagi Taruna AAL dengan menggunakan kapal latih Taruna secara langsung. Kedatangan dari KRI Bima Suci disambut dengan meriah dan secara langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu yang didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., beserta para pejabat tinggi negara di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca juga : Kelanjutan Pelayaran Bima Suci

Yang menjadi daya tarik dari penyambutan ini adalah pada saat KRI Bima Suci datang dan memasuki wilayah perairan sekitar Jakarta, pada saat yang bersamaan KRI Dewaruci sebagai generasi pendahulu dari kapal layar latih menyambut KRI Bima Suci di tengah perairan, tepatnya di sebelah tenggara Pulau Damar Kepulauan Seribu dan memgarahkannya hingga sampai menjalani proses sandar di pelabuhan. Pembuatan kapal layar latih ini memang pada dasarnya dirancang untuk meneruskan tradisi keperkasaan, ketangguhan, dan kejayaan KRI Dewaruci pada zaman dahulu yang telah mengukir banyak prestasi.

Baca juga : Sejarah Kapal

tokoraphandicraft.com

Sejarah Kapal Layar Tradisional Pinisi

Sejarah Kapal Layar Tradisional Pinisi

Kapal Pinisi / Pinisiq / Pinisi’ / Phinisi merupakan kapal layar tradisional khas Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis serta Suku Makassar di Sulawesi Selatan yang berasal dari desa Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Pinisi sesungguhnya ialah nama layar. Kapal ini mempunyai 2 tiang layar utama serta 7 buah layar, ialah 3 di ujung depan, 2 di depan, serta 2 di balik; Digunakan secara universal buat pengangkutan benda antarpulau. 2 tiang layar utama ini bersumber pada 2 kalimat syahadat serta tujuah buah layar ialah jumlah dari surah Al- Fatihah. Pinisi merupakan kapal layar yang memakai tipe layar sekunar dengan 2 tiang dengan 7 helai layar yang serta pula mempunyai arti nenek moyang bangsa Indonesia sanggup mengharungi 7 samudera besar di dunia.

Bagi suatu tradisi setempat, nama pinisi diberikan oleh seseorang raja Tallo, I Manyingarang Desigram Makkilo, kepada perahunya. Namanya berasal dari 2 kata, ialah” picuru”( maksudnya” contoh yang baik”), serta” binisi”( sejenis ikan kecil, lincah serta tangguh di permukaan air serta tidak terbawa- bawa oleh arus serta ombak). Sumber lain melaporkan kalau nama pinisi berasal dari kata panisi( kata Bugis, berarti” sisip”), ataupun mappanisi( menyisipkan), yang mengacu pada proses mendempul. Sebab lopi dipanisi berarti perahu yang disisip/ didempul, sudah dianjurkan kalau kata panisi hadapi pergantian fonemis jadi pinisi. Nama itu pula bisa jadi berasal dari pinasse, kata Jerman serta Perancis yang mencirikan kapal layar dimensi lagi( bukan kata Inggris pinnace yang pada waktu itu mencirikan sejenis sekoci dayung serta bukan suatu perahu layar).  Kata ini diserap jadi pinas ataupun penis oleh orang Melayu sehabis tahun 1846.

Selengkapnya : Sejarah Pinisi

Suatu kapal bersistem layar pinisi mempunyai 7 sampai 8 layar pada 2 tiang, diatur dengan metode yang mirip dengan sekunar- keci: diucap sekunar sebab seluruh layarnya merupakan layar depan- belakang, berbaris di sejauh garis tengah dari lambung pada 2 tiang; serta diucap keci, sebab tiang di buritan kapal agak lebih pendek daripada yang terdapat di haluan.

Layar agung besar wujudnya berbeda dari sistem layar gap style barat, sebab mereka kerap tidak mempunyai bom serta layarnya tidak diturunkan dengan gap. Kebalikannya layar itu digulung mengarah mengarah tiang, semacam gorden, sehingga membolehkan gapnya buat digunakan bagaikan derek geladak di pelabuhan. Bagian dasar tiang itu sendiri bisa jadi menyamai tripod ataupun dibuat dari 2 tiang (bipod).

Kapal bersistem layar pinisi( palari) mempunyai panjang dekat 50- 70 kaki( 15, 24- 21, 34 meter), dengan garis air dikala muatan ringan 34- 43 kaki( 10, 36- 13, 1 meter).[8]: 112–113 Palari yang kecil cuma sejauh dekat 10 m. Pada 2011 suatu PLM bersistem layar pinisi besar sudah dituntaskan di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Dia mempunyai panjang 50 meter serta lebarnya 9 meter, dengan tonase kotor dekat 500 ton.

Di masa globalisasi phinisi bagaikan kapal benda berganti guna jadi kapal pesiar elegan komersial ataupun ekspedisi yang dibiayai oleh investor lokal serta luar negara, dengan bidang dalamnya elegan serta dilengkapi dengan perlengkapan menyelam, game air buat wisata bahari serta awak yang terlatih serta diperkuat dengan metode modern. Salah satu contoh kapal pesiar elegan terkini merupakan Silolona berlayar di dasar bendara.

Semacam banyak tipe kapal tradisional yang lain, pinisi sudah dilengkapi dengan motor, sebagian besar semenjak tahun 1970. Ini sudah mengganti penampilan kapal itu. Sebanding dengan dhow modern, tiang- tiangnya sudah diperpendek, ataupun dihilangkan kala crane geladak sirna seluruhnya, sedangkan struktur di geladak, umumnya balik, sudah diperbesar buat awak serta penumpang. Pada dini 1970- an, ribuan kapal pinisi- palari berdimensi sampai 200 ton kargo, armada kapal berlayar komersial terbanyak di dunia pada dikala itu, sudah menghubungi seluruh penjuru Samudra Hindia serta jadi tulang punggung perdagangan rakyat.

Baca juga : Sejarah Kapal Dewaruci

Pinisi dimodifikasi jadi kapal pembawa penyelam oleh investor asing buat tujuan pariwisata. Salah satu contohnya merupakan kalau perahu tersebut digunakan bagaikan pitstop buat The Amazing Race. Kapal pinisi pula jadi lambang buat gerakan WWF ialah#SOSharks, program pelestarian ikan hiu dari WWF, serta sempat digunakan oleh industri populer di Indonesia ialah Bank BNI.

Baca juga : Sejarah Kapal

tokoraphandicraft.com

Sejarah Kapal Latih KRI Dewaruci

Sejarah Kapal Latih KRI Dewaruci

Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci merupakan sebuah kapal latih tiang tinggi legendaris yang ada di negara ini yang digunakan oleh taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut (AAL). Kapal ini dihadirkan untuk melahirkan perwira & pelaut Indonesia yang tangguh. Para taruna / kadet AL Indonesia dilatih untuk mengarungi lautan lepas bersama KRI Dewaruci. Pelayarannya juga tidak selalu mulus & seperti yang diharapkan, kadang mereka akan menghadapi ganasnya lautan seperti dengan adanya badai yang dapat terjadi kapanpun. Dari pengalaman tersebut, maka akan lahir pelaut – pelaut yang berkarakter, tangguh, & dapat diandalkan.

Nama dari kapal ini diambil dari nama dewa yang ada dalam kisah klasik pewayangan Jawa yaitu Dewa Ruci. Dengan penggunaan nama ini di kapalnya, maka diharapkan bagi para pelaut yang lahir dari kapal latih tiang tinggi ini akan menemukan jati dirinya, sebagaimana seorang Bima yang menemukan makna kehidupan yang sebenarnya dalam diri Dewaruci. Yang akan membuat mereka menjadi berkarakter, cakap, dan tangguh dalam menjaga wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga : Kisah Bima bertemu Dewaruci

Kapal ini dibangun di galangan kapal milik Heinrich Christoph Stülcken, yaitu H.C. Stülcken & Sohn, Hamburg, Jerman Barat. Kapal dari hasil rancangan Adrian Braun ini sebenarnya telah dibangun sejak tahun 1932, akan tetapi harus berhenti di tengah jalan karena terjadi Perang Dunia Kedua di Eropa pada tahun 1939 – 1945. Karena kapal bertipe Barquentine ini mau dijadikan sebagai kapal latih, maka akan memerlukan beberapa perubahan sehingga nantinya akan mampu untuk berlayar pada kemiringan 45o. Setelah kapalnya sudah rampung, dilakukan lah serangkaian pelayaran uji coba di sekitar Laut Utara sampai ke Semenanjung Skandinavia, hal ini dilakukan sampai dinyatakan untuk layak berlayar.

Pada tanggal 24 Januari 1953, KRI Dewaruci disebrangkan secara langsung dari Jerman Barat ke Indonesia dengan disertai oleh para kadet dari Institut Angkatan Lut (IAL), yang sebelumnya diterbangkan dari Indonesia ke Jerman Barat. Pada tanggal 2 Oktober 1953, kapal layar tiang tinggi ini diserahkan secara resmi kepada ALRI. Pihak Jerman Barat diwakili oleh OTTO von Hottendorf dan ALRI diwakili oleh Asisten Personel KSAL (Aspers KSAL) Mayor Pelaut Imam Sutopo pada saat upacara serah terima. Selanjutnya, kapal ini diberi nama RI Dewa Rutji dan masuk kedalam Satuan Kapal Bantu berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pertahanan RI Nomor MP/H1254 tanggal 11 Januari 1954.

Sejak memperkuat jajaran TNI AL pada tahun 1953, KRI Dewaruci telah dua kali melaksanakan pelayaran muhibah keliling dunia yaitu tahun 1964 dan 2012. Setelah 11 tahun sejak peluncurannya, KRI Dewaruci berhasil menjalankan misi keliling dunia untuk pertama kalinya dengan menyusuri Samudera Hindia, Samudera Atlantik, Benua Amerika, Terusan Zues, Terusan Panama, hingga Samudera Pasifik.

Selengkapnya di : Awal Mula Kisah Dewaruci

Hingga pada tahun 2013, KRI Dewaruci telah berhasil untuk menjalankan misi mengarungi lautan dunia hingga 41 kali dan dipimpin oleh 45 Komandan Kapal yang berbeda – beda. Tujuan dari pelayarannya juga sangatlah beragam. Kini, setelah mengabdi selama lebih dari 60 tahun kapal ini sudah dipurna tugaskan. Kemudian dialihfungsikan sebagai sarana objek wisata sejarah maritim di Indonesia. Kapal ini nantinya akan lebih banyak bersandar, sementara misi penjelajahan lautan ini nantinya akan diteruskan oleh pengganti dari kapal latih ini yaitu KRI Bimasuci.

Baca Juga : Sejarah Kapal

tokoraphandicraft.com

Awal Mula Kisah KRI Bima Suci​

Awal Mula Kisah KRI Bima Suci

Jajaran Kapal Republik Indonesia (KRI) kedatangan anggota baru, yaitu KRI Bima Suci-945 atau yang biasa dikenal dengan nama KRI Bima Suci. Kapal ini secara resmi telah menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut dan merupakan sebuah kapal layar latih bagi taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut (AAL). Kapal ini secara resmi telah digunakan untuk menggantikan posisi kapal layar latih pendahulunya, yaitu KRI Dewaruci.

Baca Juga : KRI Dewaruci

Nama dari kapal ini terinspirasi dari nama muridnya Dewaruci, yaitu Bima suci. Figur dari Bima Suci ini muncul dalam wujud patung yang berada di bagian depan lambung kapal ini. Figur tersebut tampak sedang dililit oleh ular yang dikenal sebagai musuh terakhirnya Werkudara (nama lain dari Bima Suci) sebelum ketemu dengan Dewaruci. Terlihat juga kuku pancanaka yang dijadikan sebagai senjata andalannya dalam mengalahkan ular itu. Dengan memakai nama ini, maka diharapkan bagi para taruna untuk memiliki karakter seperti Bima yang mempunyai etos keilmuan yang tinggi.

Selengkapnya : Sejarah KRI Bima Suci 

Kapal ini merupakan kapal yang masuk dalam tipe Bark (Barque) tiga tiang. Rancangan teknis dari KRI Bima Suci ini mempunyai ukuran panjang total 11,20 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman draft 5,95 meter, berat 2.345 ton, dan juga tinggi maksimal tiang layar 49 meter diukur dari permukaan dek ke atas. Kapal ini mempunyai total 26 layar dengan luas keseluruhan layarnya 3.352 m2. Ketinggian dari dek utamanya 9,20 meter dari permukaan laut. Mempunyai kecepatan mesin 12 knots & kecepatan layar 15 knots.

Salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh kapal ini terletak pada instrumen navigasi pelayarannya yang lebih canggih dibandingkan dengan KRI latih sebelumnya yaitu KRI Dewaruci. Selain itu, kapal ini juga mempunyai sistem pemurnian air laut yang akan berubah menjadi air tawar, dan juga alat komunikasi serta data digital yang salin terkoneksi. Dalam sekali berlayar, kapal ini bisa menampung hingga 203 orang. Fasilitas yang ada di dalam kapal ini juga tidak kalah megah, terdapat ruang VIP & VVIP, ruang tidur untuk taruna – taruni, ruang kesehatan, dan juga ruang kelas untuk pembelajaran.

Baca Juga : Fasilitas Mewah Bima Suci

Pastinya banyak di antara kalian semua yang penasaran ya dengan kapal ini? Apalagi jika belum pernah melihatnya, maka rasa penasaranpun akan hinggap karena cerita dari kapal ini yang sangat berkesan di hati. Tapi kalian semua jangan risau, RAP Handicraft telah menghadirkan miniatur kapal. Semoga dengan adanya produk yang kami keluarkan ini, dapat mengobati rindu kalian akan kapal yang sangat hebat ini. Yuk, cek sekarang di tokoraphandicraft.com

IF YOU WANNA KNOW MORE ABOUT US

Spesialis Kerajinan Miniatur Kapal Layar dan Modern

– RAP HANDICRAFT –

Singkalan, Rt.11/Rw.05, Kec. Balongbendo, Kab. Sidoarjo

Phone : + 62-8880-5368-709

Email : craftkerajinan@gmail.com

Tergantikannya KRI Dewaruci oleh KRI Bima Suci

Tergantikannya KRI Dewaruci oleh KRI Bima Suci

Kalian tahu nggak sih jika ada kapal yang punya sejarah luar biasa yang ada di Indonesia? Kira – kira kapal itu bisa bertahan berapa lama sih? Emangnya udah ngelakuin apa saja sehingga kita harus mengenangnya? Apakah sudah ada generasi selanjutnya dari kapal tersebut? Yuk, kita simak cerita dari KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci di bawah ini!

KRI Dewaruci

Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci merupakan kapal latih tiang tinggi legendaris yang ada di Indonesia yang digunakan oleh taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut (AAL). Tempat pangkalan dari kapal ini berada di daerah Surabaya. KRI Dewaruci ini juga menjadi satu-satunya kapal layar tiang tinggi yang masih layak untuk berlayar dari tiga kapal yang pernah ada di Indonesia. Tetapi karena kapal ini merupakan kapal layar dengan tipe Barquentine bertipe mungil dan anggun, ada saja pihak yang ragu akan ketangguhan dari kapal ini. Mereka berkata bagaimana mungkin perahu layar yang memiliki ukuran seperti sekoci ini mampu mengelilingi dunia & menghalau amukan gelombang. Kita buktikan saja dengan melihat sejarah yang ada! Karena Indonesia tidak akan menyerah begitu saja!

Baca Juga : Spesifikasi KRI Dewaruci

Kapal ini dibangun di galangan kapal milik Heinrich Christoph Stülcken, yaitu H.C. Stülcken & Sohn, Hamburg, Jerman Barat. Kapal dari hasil rancangan Adrian Braun ini sebenarnya telah dibangun sejak tahun 1932, akan tetapi harus berhenti di tengah jalan karena terjadi Perang Dunia Kedua di Eropa pada tahun 1939 – 1945. Karena kapal bertipe Barquentine ini mau dijadikan sebagai kapal latih, maka akan memerlukan beberapa perubahan sehingga nantinya akan mampu untuk berlayar pada kemiringan 45o. Setelah kapalnya sudah rampung, dilakukan lah serangkaian pelayaran uji coba di sekitar Laut Utara sampai ke Semenanjung Skandinavia, hal ini dilakukan sampai dinyatakan untuk layak berlayar.

Pada tanggal 24 Januari 1953, KRI Dewaruci disebrangkan secara langsung dari Jerman Barat ke Indonesia dengan disertai oleh para kadet dari Institut Angkatan Lut (IAL), yang sebelumnya diterbangkan dari Indonesia ke Jerman Barat. Pada tanggal 2 Oktober 1953, kapal layar tiang tinggi ini diserahkan secara resmi kepada ALRI. Pihak Jerman Barat diwakili oleh OTTO von Hottendorf dan ALRI diwakili oleh Asisten Personel KSAL (Aspers KSAL) Mayor Pelaut Imam Sutopo pada saat upacara serah terima. Selanjutnya, kapal ini diberi nama RI Dewa Rutji dan masuk kedalam Satuan Kapal Bantu berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pertahanan RI Nomor MP/H1254 tanggal 11 Januari 1954.

Sejak memperkuat jajaran TNI AL pada tahun 1953, KRI Dewaruci telah dua kali melaksanakan pelayaran muhibah keliling dunia yaitu tahun 1964 dan 2012. Setelah 11 tahun sejak peluncurannya, KRI Dewaruci berhasil menjalankan misi keliling dunia untuk pertama kalinya dengan menyusuri Samudera Hindia, Samudera Atlantik, Benua Amerika, Terusan Zues, Terusan Panama, hingga Samudera Pasifik.

Hingga pada tahun 2013, KRI Dewaruci telah berhasil untuk menjalankan misi mengarungi lautan dunia hingga 41 kali dan dipimpin oleh 45 Komandan Kapal yang berbeda – beda. Tujuan dari pelayarannya juga sangatlah beragam. Kini, setelah mengabdi selama lebih dari 60 tahun kapal ini sudah dipurna tugaskan. Kemudian dialihfungsikan sebagai sarana objek wisata sejarah maritim di Indonesia. Kapal ini nantinya akan lebih banyak bersandar, sementara misi penjelajahan lautan ini nantinya akan diteruskan oleh pengganti dari kapal latih ini yaitu KRI Bimasuci.

Selengkapnya : Sejarah Dewaruci & Bima Suci

KRI Bima Suci

Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci secara resmi telah menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut dan merupakan sebuah kapal layar latih bagi taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut (AAL). Kapal ini secara resmi telah digunakan untuk menggantikan posisi kapal layar latih pendahulunya, yaitu KRI Dewaruci. KRI Bima Suci merupakan sebuah  kapal layar tiang tinggi yang bertipe Bark (Barque), dan ditandai dengan dua tiang tinggi yang berguna untuk mengembangkan layar-layar utama berbentuk persegi horizontal.

KRI Bima Suci dibangun di galangan kapal Contruccon Navales Freire Shipyard di Vigo, Spanyol barat, yang memekan waktu selama hampir dua tahun. KRI Bima Suci diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P, di dermaga tempat kapal ini dibuat, yaitu di Dermaga Freire, Vigo, Spanyol. Dalam peresmian tersebut, dilakukan rangkaian upacara kemiliteran dan membunyikan sirine sebagai tanda peresmian. Yang tidak boleh ketinggalan juga adalah dengan dikibarkannya bendera Merah Putih di atas kapal Bima Suci.

KRI Bima Suci dijadwalkan akan langsung melakukan tugas perdananya yaitu operasi penyeberangan dengan berlayar mulai dari Spanyol menuju ke Indonesia pada 18 September 2017. Pada pelayaran yang pertama ini, sekaligus melakukan pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2017, bersama dengan 119 Taruna/Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat III Angkatan 64. KJK ini adalah pelayaran muhibah ke luar negeri, sekaligus dijadikan sebagai latihan dan praktek (Latek) bagi Taruna AAL dengan menggunakan kapal latih Taruna secara langsung. Kedatangan dari KRI Bima Suci disambut dengan meriah dan secara langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu yang didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., beserta para pejabat tinggi negara di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Yang menjadi daya tarik dari penyambutan ini adalah pada saat KRI Bima Suci datang dan memasuki wilayah perairan sekitar Jakarta, pada saat yang bersamaan KRI Dewaruci sebagai generasi pendahulu dari kapal layar latih menyambut KRI Bima Suci di tengah perairan, tepatnya di sebelah tenggara Pulau Damar Kepulauan Seribu dan memgarahkannya hingga sampai menjalani proses sandar di pelabuhan. Pembuatan kapal layar latih ini memang pada dasarnya dirancang untuk meneruskan tradisi keperkasaan, ketangguhan, dan kejayaan KRI Dewaruci pada zaman dahulu yang telah mengukir banyak prestasi.

tokoraphandicraft.com

IF YOU WANNA KNOW MORE ABOUT US

Spesialis Kerajinan Miniatur Kapal Layar dan Modern

– RAP HANDICRAFT –

Singkalan, Rt.11/Rw.05, Kec. Balongbendo, Kab. Sidoarjo

Phone : + 62-8880-5368-709

Email : craftkerajinan@gmail.com

Kapal Keruk yang Memiliki Banyak Fungsi

Kapal Keruk yang Memiliki Banyak Fungsi

Kapal Keruk ? Apa sih itu ? Kok nggak pernah dengar ya ? Nah, daripada kalian dibikin penasaran mulu, yuk kita simak aja penjelasan berikut!

Kapal Keruk (Dredger) adalah salah satu jenis kapal yang didesain khusus dan mempunyai peralatan khusus yang digunakan untuk pengerukan, seperti di sungai, laut dangkal, danau, dan lain – lain. Kapal ini dirancang khusus untuk memenuhi keperluan, baik itu yang berasal dari pelabuhan, Offshore, industri lepas pantai, alur pelayaran, dan lain sebagainya. Kapal ini berfungsi layaknya excavator dan juga buldoser yang ada di darat.

Kapal ini yang melakukan operasi di laut mempunyai lambung kapal yang mirip dengan kapal yang dipakai untuk pelayaran samudera. Kapal yang memiliki baling – baling sendiri ini juga dilengkapi dengan perlengkapan pengerukan hidraulis, yaitu pembongkaran dari material yang dikeruknya ke dalam penampung yang akan dikirim ke tempat pembuangan. Cara menaikkan material yang ada di dasar laut adalah dengan memakai pompa keruk melewati pipa penghisap.

Kapal keruk lautan beroperasi dengan cara bergerak mengikuti lengan penarik yang bergerak secara perlahan ke muka, mendahului kapalnya, seperti kapal laut yang memiliki mesin sendiri. Terkadang juga kapal ini beraktivitas dalam posisi yang tidak bergerak ketika proses pengerukan sedang berlangsung. Ketika pemompaan terus berlanjut, berbagai macam partikel padat dari bahan galian akan tersedot dan temtampung di gerobak penampung (hopper), sedangkan air yang ikut tersedot akan dibuang kembali ke luar kapal. Apabila gerobak penampungnya sudah penuh, lengan penghisap akan dinaikkan kembali, lalu kapal akan melanjutkan perjalanan ke tempat pembuangan untuk mengosongkan gerobak penampung tersebut.

Sebelum diketemukannya peralatan mekanik seperti sekarang ini, pengerukan kanal & terusan  dilaksanakan dengan cara menyempitkan aliran sungai agar arusnya menjadi cukup kuat untuk membawa serta endapan, kemudian menggerus terusan tersebut. Jika di eropa, dilakukan dengan cara membuat kolam pasang surut yang nantinya akan terisi dengan air pada saat pasang naik dan air akan ditahan di dalamnya. Kemudian pada waktu air di dalam kolam itu surut akan dilepaskan agar airnya bisa menggerus endapan pada terusan tersebut. Metode seperti ini juga sudah dipergunakan oleh banga China dan juga Syiria pada zaman dahulu kala.

Baca Juga : Jenis – jenis Kapal

Macam – macam kapal keruk :

  1. Suction Dredger / Kapal Keruk Penghisap bekerja dengan cara menghisap material dengan memakai pipa panjang yang menyerupai vacuum cleaner.
  2. Trailing Suction Hopper Dredger (THSD) digunakan untuk menyeret pipa penghisap pada waktu sedang beroperasi, lalu mengisi material yang sudah dihisap ke tempat penampung (hopper) yang ada di kapal tersebut. Jika tempat penampungnya sudah terisi penuh, maka kapal ini akan melaju menuju ke lokasi pembuangan. Cara pembuangannya adalah dengan melalui pintu yang ada di bawah kapal / dapat juga dengan memompa materialnya menuju keluar kapal dimana tempat pembuangan tersebut berada.
  3. Cutter-Suction Dredger (CSD) memiliki tabung hisap berkepala pemotong pada bagian pintu masuk penghisap. Pemotong ini bisa juga dipakai untuk memotong materiaq yang keras seperti batu dan kerikil. Meterial yang sudah dikeruk pada umumnya akan dihisap oleh pompa penghisap sentrifugal dan akan dikeluarkan melewati pipa maupun ditampung di kapal tongkang. Pada bagian belakang kapal ini mempunyai spud can dan dua jangkar yang ada di kanan & kiri, yang dapat digunakan sebagai poros penggerak dan untuk menarik ke kanan & kiri.
  4. Bucket Dredger merupakan kapal yang tertua dari bagian kapal keruk ini. Kapal ini pada umumnya dilengkapi dengan alat seperti bucket atau timba yang bergerak secara simultan yang digunakan untuk mengangkat sedimen yang terletak di dalam air. Pada saat ini, kapal jenis ini masih dipergunakan untuk menambang bijih timah yang ada di Bangka Belitung dan juga di Kepulauan Riau. Kapal ini juga masih tergolong cukup handal untuk mengeruk karang sebagai pembuatan alur pelayaran.
  5. Backhoe Dredger / Dipper Dredger sama dengan backhoe / excavator yang ada di darat tetapi yang ini diletakkan di atas kapal tongkang.
  6. Water injection Dredger (WID) menambah di dalam sebuah jet kecil dengan tekanan rendah ke sedimen yang ada di dasar air, supaya air tersebut dapat mengikat sedimen sehingga akan dapat melayang di atas air. Kemudian, akan didorong oleh arus & gaya berat keluar dari lokasi pengerukan. Kapal ini biasanya dipergunakan untuk maintance dredging di daerah pelabuhan.

Baca Juga : Jenis – jenis Kapal Keruk

Sekian penjelasan informasi yang bisa kami sampaikan. Jangan lupa untuk menunggu updatean dari artikel kami selanjutnya ya! see you next time!

Baca juga : Sekilas Info Kapal

tokoraphandicraft.com

Kapal Tunda yang Tak Dikenal Tapi Banyak Digunakan

Kapal Tunda yang Tak Dikenal Tapi Banyak Digunakan

Pada tahu nggak tug boat itu kayak gimana? Emangnya buat apa sih? Nah, pasti kalian terasa asing kan dengan kapal ini. Karena memang kapal ini nggak banyak dibahas oleh banyak orang. Jadi daripada kalian semua bingung, yuk kita simak penjelasan lengkapnya.

Kapal tunda (tug boat) merupakan salah satu jenis kapal yang dipergunakan untuk melakukan pergerakan atau manuver, terutama untuk menarik atau mendorong kapal lain yang lebih besar di pelabuhan, laut lepas, atau bisa juga dengan melalui sungai / terusan. Kapal ini juga bisa digunakan untuk menarik kapal tongkang, kapal yang rusak, dan lain sebagainya. Sesuai dengan peraturan yang ada pada Pasal 3 PM 93 Tahun 2019 Tentang Sarana Bantu dan Prasarana Pemanduan Kapal, ada 3 kategori kapal yang dibantu dengan kapal tunda yaitu 70-150 meter menggunakan satu kapal; 150-250 meter menggunakan 2 kapal tunda; dan 250 ke atas minimal menggunakan 3 kapal tunda.

Meskipun kapal ini memiliki ukuran yang bisa dibilang kecil, tetapi kapal ini memiliki tenaga yang besar. Mesin induk dari kapal tunda pada umumnya memiliki kekuatan antara 750 – 3.000 horse power (500 sampai dengan 2.000 kW), akan tetapi kapal yang memiliki ukuran lebih besar yang digunakan di laut lepas bisa memiliki kekuatan hingga 25.000 horse power (20.000 kW). Pada zaman dahulu, kapal ini melaju dengan menggunakan mesin uap, akan tetapi pada saat ini sudah menggunakan mesin diesel. Mesin yang digunakan pada kapal ini biasanya sama dengan kereta api, tapi kapal digerakkan oleh baling – baling.

Kapal tunda dapat memiliki kemampuan manuver / pergerakan yang tinggi jika unit penggeraknya juga memenuhi. Kapal ini yang menggunakan penggerak konvesional, mempunyai ba;ing –baling yang ada di belakang, yang akan sangat tepat jika digunakan untuk menarik kapal besar dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Jenis penggerak yang lain yang biasa disebut dengan Schottel Propulsion System (Azimuth Thruster atau Z-peller) yang mana baling – baling yang ada di bawah kapal bisa bergerak 360o. Ada juga sistem penggerak Voith-Schneider yang memakai sejenis pisau yang ada di bawah kapal yang bisa membuat kapal berputar 360o.  

Baca Juga : Jenis – jenis Kapal

Jenis – jenis kapal tuda (tug boat) :

  • Menurut Wilayah Kerjanya
  • Seagoing Tug Boat adalah kapal yang memiliki wilayah kerja di lautan lepas, dan kerap dipakai untuk operasi tengah laut. Pada umumnya mempunyai fore yang tinggi yang berguna untuk memecah ombak. Kapal ini juga mempunyai ukuran yang lebih besar daripada yang lain yang dapat mengangkut awak kapal sebanyak 7 – 10 orang, sehingga kapal ini juga mempunyai mesin tenaga yang sangat besar.
  • Harbour Tug Boat adalah kapal yang memiliki wilayah kerja di pelabuhan. Memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding dengan Seagoing Tug Boat. Kapal ini memiliki tugas untuk menarik / mendorong kapal besar untuk merapat ke dermaga, karena kapal – kapal besar tidak dapat bergerak cukup lincah di pelabuhan yang sedang ramai dengan kapal – kapal yang lain.
  • River Tug Boat adalah kapal yang memiliki wilayah kerja di sungai – sungai yang beraliran tenang. Kapal ini tidak bisa dan akan sangat berbahaya jika beroperasi di lautan lepas, karena desain dari hullnya yang rendah dan kotak hingga tidak mempunyai kemampuan untuk memecah ombak dan juga sangat senditif terhadap gelombang laut. Kapal ini sering disebut juga dengan nama towboats / pushboats, karena sering dipakai untuk menarik / mendorong kapal tongkang.
  • Menurut Posisinya Saat Menunda
  • Pushing Tug Boat memiliki fungsi untuk mendorong kapal yang lain. Kapal ini juga dilengkapi dengan bantalan – bantalan yang dibuat dari karet atau yang biasa disebut dengan damprah, agar bodi kapalnya tidak tergores pada saat mendorong kapal lain.
  • Towing Tug Boat memiliki fungsi untuk menarik kapal lain. Untuk menarik dan membelokkan kapal yang lainnya, kapal ini juga dibekali dengan winch serta tali fiber yang panjangnya ratusan meter.
  • Slide Tug Boat memiliki fungsi untuk menunda pergerakan kapal lain dengan cara menempelkan bodinya pada kapal lain kemudian menggerakkannya.

Baca Juga : Jenis – jenis kapal tunda

Gimana nih sama penjelasan di atas? Apakah kalian udah paham sama penjelasannya? Semoga bisa menambah wawasan kalian semua ya! see you next time!

Baca juga : Kapal Layar Legendaris

tokoraphandicraft.com

Kapal Tongkang yang Jarang Diketahui

Kapal Tongkang yang Jarang Diketahui

Mungkin banyak dari kalian sangat asing kan dengan yang namanya kapal tongkang? Sebenarnya itu kapal jenis apa sih? Emangnya ada ya kapal itu? Bentuknya kayak gimana sih? Yuk, kita bahas di sini!

Kapal tongkang (Barge) atau yang biasa disut juga dengan kapal Ponton merupakan salah satu jenis kapal yang memiliki bentuk lambung datar bahkan akan terlihat seperti kotak besar yang mengapung di atas air. Kapal ini biasanya dipergunakan untuk mengangkut barang dengan kapasitas yang besar dan berat. Kapal ini tidak memiliki mesin sendiri, sehingga untuk dapat berjalan harus dibantu dengan cara ditarik oleh kapal tunda (tug boat) atau didorong oleh kapal towboats. Ponton juga bisa digunakan untuk memfasilitasi pasang surutnya air laut seperti yang ada di dermaga apung.

Baca Juga : Kapal Tunda (Tug Boat)

Fungsi dari kapal tongkang :

  1. Pada sekitar tahun 1960-an sampai 1980-an, kapal ini digunakan untuk membawa transportasi darat seperti mobil, motor, truk, dan lain sebagainya untuk menyeberangkannya dari satu daerah ke daerah lain melalui jalur laut. Karena pada saat itu masih belum banyak jembatan yang bisa memudahkan untuk penyebrangan. Daerah yang menggunakan kapal ini sebagai bantuan penyebrangan yaitu jalur lintas Sulawesi, Sumatera, Papua, dan Kalimantan.
  2. Mengangkut muatan dalam jumlah yang besar seperti kayu dan lain sebagainya.
  3. Mengangkut muatan hasil tambang seperti pasir, batubara, nikel, bijih besi, dan lain sebagainya.
  4. Mengangkut peti kemas / kontainer, biasanya jika digunakan untuk mengangkut ini, maka yang digunakan adalah tongkang yang menggunakan mesin.
  5. Kepentingan wisata. Agar dapat menstabilkan kapal ini, maka umumnya memakai dua ponton yang digabung menjadi satu secara paralel.

Jenis – jenis ukuran dari kapal tongkang :

  • Ukuran 180 feet, dapat mengangkut muatan batubara / kargo curah sebanyak kurang lebih 3.000 MT.
  • Ukuran 270 feet, dapat mengangkut muatan batubara sebanyak 4.000 – 5.500 MT.
  • Ukuran 300 feet, dapat mengangkut muatan batubara sebanyak 7.500 – 7.700 cargo.
  • Ukuran 320 feet, dapat mengangkut muatan batubara sebanyak 10.000 – 10.200 MT.
  • Ukuran lebih dari 320 feet, dapat mengangkut muatan sebanyak lebih dari 10.000 MT bahkan hingga 16.000 MT.

Kapal ini tidak mempunyai mesin penggerak atau unpropeller (baling – baling penggerak), sehingga hanya konstruksinya saja yang memiliki kemiripan dengan kapal, tetapi bedanya tidak mempunyai mesin maupun kemudi. Di Indonesia ini terdapat banyak wilayah yang membuat atau memproduksi kapal tongkang yaitu di galangan kapal daerah Surabaya, Jakarta, & Batam yang menjadi salah satu basis produksi perkapalan di Indonesia.

Selengkapnya : Tongkang

Bagaimana nih dengan informasi di atas? Apakah kalian sudah mengerti dengan kapal tongkang? Jangan lupa untuk menunggu update an artikel kita selanjutnya ya! see you next time!

Baca juga : Sekilas Info Kapal

tokoraphandicraft.com

Kapal Tanker yang Penuh Waspada

Kapal Tanker yang Penuh Waspada

Artikel Kapal Tanker

Kalian pernah dengar nggak sih kapal tanker itu kayak gimana? Atau kalian belum pernah dengar sama sekali? Atau bahkan belum pernah tahu bentuknya seperti apa? Yuk kita ikuti penjelasan di bawah ini!

Kapal tanker merupakan sebuah kapal yang memang di desain secara khusus untuk mengangkut atau membawa minyak, cairan kimia, maupun cairan lainnya. Jenis kapal ini memiliki ciri khusus yaitu memiliki banyak pipa yang berada di atas bagian dek kapal. Terdapat juga kapal yang memiliki desain bentuk setengah lingkaran di bagian dek kapal yang biasanya di sebut dengan LNG.

Kapal tanker di bekali dengan sistem keselamatan yang tinggi dan telah ditetapkannya. Karena mengingat bahwa kapal ini membawa jenis muatan yang sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan, jadi harus berhati – hati. Jika terjadi sedikit kesalahan dalam kapal ini, maka akan berakibat sangat fatal  bagi pekerja maupun lingkungan sekitar. Seringkali terjadi kejadian – kejadian berbahaya yang di alami oleh pekerja kapal pada saat bekerja di sini, seperti terjadi kebakaran, kebocoran, dan lain sebagainya.

Selengkapnya : Bahaya Kapal Tanker 

Jenis – jenis kapal tanker

Berdasarkan Muatan yang Di angkut

  1. Oil Tanker Merupakan jenis kapal yang di buat khusus untuk mengangkut minyak curah.
  2. Product Tanker Yaitu kapal yang di khususkan untuk mengangkut hasil produk minyak dari pengolahan minyak mentah yang berasal dari kilang pengolahan. Kapal ini memiliki perbedaan berdasarkan jenis minyak (clean & dirty) dan tangkinya. Clean Product merupakan produk minyak yang memiliki sifat yang ringan. Contohnya adalah minyak tanah, solar, avtur, dan juga bensin. Sedangkan, Dirty Product merupakan produk minyak yang memiliki sifat yang lebih berat. Contohnya seperti minyak bakar dan juga residu. Clean Product dapat membawa Dirty Product, sedangkan Dirty Product tidak bisa membawa Clean Product.
  3. Crude Tanker Yaitu kapal yang di khususkan untuk mengangkut minyak mentah, yang biasanya bersifat homogen. Untuk minyak mentah itu sendiri tidak memiliki perbedaan  spesifik yang cukup berpengaruh, karena pada akhirnya akan diolah ke tahap selanjutnya. Ukuran dari kapal ini mulai dari 50.000MT dwt sampai dengan sekitar 500.000 MT dwt.
  4. Chemical Tanker Merupakan kapal yang di rancang khusus dan di gunakan untuk mengangkut bahan kimia cair curah. Kapal ini juga bisa di pakai untuk mengangkut jenis bahan yang sensitif seperti lemak, minyak nabati, metanol, dan lain sebagainya dengan memperhatikan standar kebersihan yang tinggi. Muatan dari kapal ini termasuk muatan yang sangat berbahaya, karena sebagian besarnya beracun maupun mudah terbakar. Menurut IBC Code, jenis kapal ini di bagi menjadi tiga jenis berdasar pada kapabilitasnya dalam mengangkut bahan kimia, yaitu ST1, ST2, dan ST3.

Berdasarkan Ukurannya

  • Handy-size Tankers merupakan kapal yang memiliki bobot 5.000 – 35.000 ton dan biasanya di pakai untuk mengangkut product oil.
  • General Purpose Tankers memiliki bobot 10.000 MT – 25.000 MT dwt dan umumnya di pakai untuk mengangkut refind product.
  • Medium-size Tankers memiliki bobot mati 35.000 – 160.000 ton dan biasanya di pakai untuk mengangkut minyak mentah maupun minyak jadi.
  • VLCCs (Very-large Crude Carriers) memiliki bobot mati 160.000 – 300.000 ton dan biasanya di pakai untuk mengangkut crude oil.
  • ULCCs (Ultra-large Crude Carriers) memiliki bobot mati >300.000 ton dan biasanya di pakai untuk mengangkut crude oil.

Baca juga : Jenis – jenis Kapal

Gimana nih sama penjelasan di atas? Apakah kalian sudah paham tentang topik dari artikel ini? Jangan lupa untuk tunggu  update dari kami berikutnya ya! See you next time!

Baca juga : Sejarah Kapal

tokoraphandicraft.com