Kapal

Kapal

Artikel Kapal

Kalian semua pasti tahu kan bagaimana kapal itu? Kebanyakan dari kalian pasti juga pernah menaikinya kan? Bagi kalian yang belum tahu, yuk simak penjelasan berikut!

Kata “kapal” dalam bahasa Indonesia dan Melayu berasal dari rumpun bahasa Dravida yaitu “kappal”. Kata ini mulai hadir dalam literatur Tamil sebagai kata கப்பல் setelah abad ke-17. Sebelum abad ke-17 di literatur dari Nusantara, kata kapal selalu merujuk pada kendaraan air buatan luar negeri (dalam hal ini, India). Sebelum abad itu, perahu merujuk pada kendaraan air besar. Dan pada akhirnya benar-benar digantikan oleh kata “kapal” yang merujuk pada kendaraan air besar.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kapal adalah kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut (sungai, dan sebagainya). Menurut Undang-undang no. 17 tahun 2008 mengenai Pelayaran, menyebutkan bahwa Kapal adalah “kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah.” Kapal juga bisa diartikan sebagai sebuah kendaraan / alat transportasi yang berada di air yang biasanya digunakan untuk mengangkut penumpang maupun barang. Kapal yang dimaksud disini adalah termasuk ukuran yang besar seperti kapal pesiar maupun ukuran yang kecil seperti sampan. Tetapi, biasanya kebanyakan orang menyebut kapal kecil dengan sebutan perahu.

Setelah beberapa abad lamanya, kapal yang biasanya dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga barang terus digunakan. Sampai pada akhirnya di awal abad ke-20 ditemukanlah pesawat terbang yang dapat mengangkut penumpang dan barang dalam waktu yang lebih singkat. Karena hal itulah, kapal yang awalnya dipuja-puja sekarang mendapatkan saingan baru yang berat. Meskipun begitu, kapal juga masih mempunyai keunggulan lho, yaitu mampu mengangkut barang dengan tonase yang lebih besar, sehingga lebih banyak didominasi oleh kapal niaga / kapal dagang dan juga tanker / pengangkut minyak. Sedangkan kapal penumpang banyak yang dialihfungsikan menjadi kapal pesiar.

Jenis – jenis kapal :

  1. Berdasarkan Tenaga Penggerak
  • Kapal Bertenaga Manusia atau Pendayung
  • Kapal Layar

Yaitu kendaraan yang pergerakannya dibantu dengan adanya layar yang menggunakan tenaga angin untuk pendorongnya.

  • Kapal Uap

Yaitu kendaraan yang pergerakannya dibantu dengan adanya tenaga uap yang berasal dari pembakaran batu bara untuk mengoperasikan baling – baling. Kapal uap mulai digunakan setelah penemuan mesin uap yang ditemukan oleh James Watt. Sejak saat itulah, kapal uap menjadi primadona karena lebih cepat dan kapal layar memiliki banyak keterbatasan.

  • Kapal Diesel atau Motor
  • Kapal Nuklir

Yaitu kendaraan yang pergerakannya dibantu dengan nuklir sebagai bahan bakar utamanya. Kapal jenis ini sangat jarang digunakan, karena kalau terdapat kebocoran maka akan sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar.

  1. Berdasarkan Jenis Pelayarannya
  • Kapal Permukaan

Yaitu kendaraan yang melakukan pelayaran di atas permukaan air. Contohnya seperti kapal perang, penumpang, dan induk.

  • Kapal Selam

Yaitu kendaraan yang pergerakannya berada di bawah permukaan air yang biasanya ditujukan untuk kepentingan militer. Atau bisa juga digunakan untuk ilmu pengetahuan laut dan air tawar.

  • Kapal Mengambang

Yaitu kendaraan yang melakukan pelayaran dengan cara mengapung mengambang di atas permukaan air dan bantalan udara.

  • Kapal Bantalan Udara / Melayang

Yaitu kendaraan yang melaju di atas permukaan bantalan udara.

  1. Berdasarkan Fungsinya

Kapal Perang, Penumpang, Barang, Tanker, Feri, Pemecah Es, Tunda, Pandu, Tongkang, Tender, Ro-Ro, Dingin Beku, Keruk, Peti Kemas / Kontainer, dan juga Pukat Harimau.

Cukup sekian informasi yang bisa kami sampaikan. Jangan lupa untuk mengikuti update dari kami ya !!! See you next time!

 

tokoraphandicraft.com

Miniatur

Miniatur

Artikel Miniatur

Miniatur adalah suatu objek yang ditirukan dengan skala yang diperkecil dari bentuk yang asli. Objek yang ditirukan bisa berupa bangunan, transportasi, makanan, dan objek lain yang bisa diamati dari berbagai arah atau yang biasa dikenal dengan benda 3 dimensi / 3D. Selain digunakan untuk acara pameran maupun acara kesenian, sekarang miniatur juga digunakan untuk hiasan lho. Kita bisa meletakkannya di ruangan yang kalian inginkan dan menjadikannya sebagai hiasan / pajangan yang bisa menambah nilai estetika ruangan tersebut.

Proses dari pengerjaan miniatur ini memanglah sangat rumit karena kita harus memperhatikan setiap detail agar tampak sama dengan yang aslinya. Selain itu, jika ingin membuat benda seperti ini, kita juga harus memiliki tingkat kesabaran & fokus yang tinggi. Karena pembuatannya yang sulit dan membutuhkan ketelatenan agar proses pengerjaannya bisa rapi. Semakin rapi dan detail, maka akan memiliki nilai yang semakin tinggi.

Kalian juga bisa membuat miniatur sendiri di rumah lho dengan bahan – bahan yang sederhana. Kalian bisa menggunakan stik es krim, lilin / malam, tusuk gigi, cottonbuds, dan lain sebagainya. Jika kalian tidak ingin repot untuk membuatnya, kalian bisa membelinya di toko – toko yang menjual kerajinan miniatur yang kalian inginkan. Memang sih, kalau kita buat sendiri itu akan lebih berkesan dan lebih spesial. Tetapi jika kita membelinya, kita akan mendapatkan barang yang lebih bagus dan cantik karena dibuat oleh orang yang sudah mahir di bidangnya. Harga dari miniatur ini juga tidak mahal kok, apalagi belinya di tokoraphandicraft.com hehe.

Fungsi dari miniatur :

  1. Sebagai pengganti dari benda asli yang dikemas dalam bentuk tiruan yang memiliki ukuran lebih kecil.
  2. Sebagai benda yang memiliki nilai jual yang tinggi karena keindahan, kecantikan, estetika, kerumitan, dan detail yang bagus sehingga hampir menyerupai bentuk aslinya.
  3. Sebagai hiasan yang dapat mempercantik ruangan karena model dan bentuknya yang eye-catching.
  4. Memberikan gambaran nyata mengenai suatu objek / benda yang ditiru.
  5. Mempermudah dalam memberikan penjelasan mengenai suatu objek dengan menunjukkan benda tiruan dari versi aslinya, sehingga mereka bisa membayangkan bentuk asli dari objek tersebut.

Cukup sekian informasi tentang miniatur yang bisa saya sampaikan. Tunggu update artikel dari kami selanjutnya ya!!!

tokoraphandicraft.com

Kerajinan

Kerajinan

Artikel Kerajinan

Fungsi dari Kerajinan

Barang kerajinan memiliki fungsi tertentu bagi kehidupan manusia. Secara umum, fungsinya dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Fungsi Pakai

Dalam fungsi ini, kerajinan tangan dengan fungsi pakai merupakan benda yang terbuat dari tangan, di mana aspek fungsional mendapat pengutamaan. Dengan kata lain, kerajinan dapat dipakai untuk membantu pekerjaan. Contoh kerajinan yang memiliki fungsi pakai yaitu, Tikar, kursi kayu, meja, lampu hias, dan lain sebagainya.

  1. Fungsi Hias

Berbeda dengan fungsi yang sebelumnya, kerajinan tangan dengan fungsi hias ialah benda buatan tangan yang menekankan sisi estetika dan keindahan melalui fungsinya. Kerajinan seperti ini biasanya digunakan sebagai dekorasi seperti patung, kerajinan miniatur, karpet, keramik, souvenir, dan lain sebagainya.

Jenis – jenis Kerajinan dan Contohnya

  1. Kerajinan dari Bahan Lunak
  • Kerajinan Tanah Liat, kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat ini biasanya disebut dengan kerajinan keramik. Contoh dari kerajinan ini adalah gerabah, vas bunga, guci, dan lain sebagainya.
  • Kerajinan Serat Alam, kerajinan yang terbuat dari serat alam ini biasanya memakai metode pembuatan dengan cara menganyam. Contoh dari kerajinan ini adalah tas yang terbuat dari benang alami dan lain sebagainya.
  • Kerajinan Kulit, kerajinan kulit ini memakai bahan dasar dari kulit yang biasanya telah melalui proses samak, atau bisa juga memakai kulit mentah atau kulit sintesis. Contoh dari kerajinan ini adalah wayang kulit, tas kulit, dan lain sebagainya.
  • Kerajinan Gips, Kerajinan Gips ini memakai bahan mineral yang tidak bisa larut bersamaan dengan air dalam waktu yang relatif lama pada saat sudah benda tersebut menjadi padat. Kegunaan dari kerajinan ini adalah dapat dijadikan sebagai hiasan dinding bahkan Contoh dari kerajinan ini adalah tempat lampu dan lain sebagainya.
  • Kerajinan Lilin, kerajinan yang terbuat dari bahan lilin pada awalnya hingga menjadi lilin siap pakai.
  • Kerajinan sabun, kerajinan yang terbuat dari bahan sabun ini dapat kita buat dengan menggunakan 2 cara, yaitu dengan cara mengukir atau dengan mencairkan sabun.
  1. Kerajinan dari Bahan Keras Alami

Kerajinan yang menggunakan bahan dasar bahan keras alami ini adalah kerajinan yang bahan dasar pembuatannya berasal dari sumber alam ataupun bahan yang telah diolah namun tanpa mengubah wujud aslinya. Contoh dari kerajinan jenis ini adalah lemari rotan, kursi jati, bingkai foto, dan lain sebagainya.

  1. Kerajinan dari Bahan Keras BuatanKerajinan dari bahan keras buatan ini merupakan kerajinan yang penggunaan bahan dasarnya telah menjalani tahap pengolahan dan perubahan bentuk. Contoh dari kerajinan jenis ini adalah gong, uang logam, patung, dan lain sebagainya.

Bahan Pembuat Kerajinan

Apabila Anda adalah penyuka barang-barang seni, tentu Anda telah terbiasa melihat dan menikmati berbagai benda kerajinan dengan bahan material pembuat yang juga beraneka ragam. Tetapi, dari semua bahan yang bisa digunakan sebagai material pembuat kerajinan, itu dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori.

Dalam kategori kerajinan yang berbahan keras, dibagi lagi menjadi dua material utama, yaitu keras alami dan keras buatan. Material  keras alami merupakan material yang dapat ditemukan di daerah lingkungan sekitar. Ciri utama dari material tersebut ialah bentuknya keras dan kokoh. Contohnya seperti, bambu, kayu, dan rotan.

Sedangkan kategori yang kedua adalah bahan keras buatan, yang merupakan material kerajinan yang telah melewati proses tertentu, seperti logam, kaca, plastik, kain, dan lain sebagainya.

Ada juga benda kerajinan yang dibuat menggunakan bahan yang lunak. Tak jauh berbeda seperti bahan yang keras, material yang lunak juga dapat dibagi menjadi dua yaitu, lunak alami dan buatan.

Contoh bahan lunak yang jelas sudah tidak asing di mata Anda adalah serat alam, tanah liat, dan kulit hewan. Itu adalah contoh-contoh dari bahan lunak alami. Sedangkan, untuk bahan buatan yang lunak dapat kita temukan pada benda yang berbahan lilin, sabun, spons, ataupun bubur kertas.

Tahapan Pembuatan Kerajinan

Walaupun setiap material memiliki cara penanganannya masing-masing, namun secara umum cara yang dibutuhkan dalam membuat barang kerajinan dapat dipaparkan menjadi beberapa tahapan.

Yang pertama, Anda perlu untuk membuat rancangan terlebih dahulu. Pada tahap pertama ini, Anda perlu menuangkan ide yang ada di pikiran Anda ke dalam rancang bangun yang kongkret. Anda bisa menggambarkan detailnya dengan menggunakan pensil dan kertas, ataupun bisa juga dibuat secara digital menggunakan komputer.

Setelah membuat rancangan yang baik, maka tahap yang keduanya adalah mempersiapkan alat dan bahan. Perhatikan kualitas dari bahan dan cara pemakaian alat tersebut agar hasil akhir dari produk kerajinan Anda memuaskan. Apalagi bila barang yang ingin Anda buat memerlukan detail yang rumit.

Ketika rancangan, alat, dan bahan telah disiapkan, maka kini waktunya untuk Anda memulai mewujudkan rancangan yang ada supaya menjadi produk barang nyata. Lebih baik buat bagian dasarnya terlebih dahulu sebelum menyelesaikan bagian yang lain.

Terakhir tapi juga tidak kalah pentingnya adalah tahap penyelesaian. Rapikan kerajinan Anda dan bersihkan dari kotoran yang mungkin akan muncul selama proses pembuatan. Apabila memungkinkan, Anda juga dapat menambahkan hiasan atau mempercantiknya dengan cat.

tokoraphandicraft.com