Kapal Keruk yang Memiliki Banyak Fungsi

Kapal Keruk yang Memiliki Banyak Fungsi

Kapal Keruk ? Apa sih itu ? Kok nggak pernah dengar ya ? Nah, daripada kalian dibikin penasaran mulu, yuk kita simak aja penjelasan berikut!

Kapal Keruk (Dredger) adalah salah satu jenis kapal yang didesain khusus dan mempunyai peralatan khusus yang digunakan untuk pengerukan, seperti di sungai, laut dangkal, danau, dan lain – lain. Kapal ini dirancang khusus untuk memenuhi keperluan, baik itu yang berasal dari pelabuhan, Offshore, industri lepas pantai, alur pelayaran, dan lain sebagainya. Kapal ini berfungsi layaknya excavator dan juga buldoser yang ada di darat.

Kapal ini yang melakukan operasi di laut mempunyai lambung kapal yang mirip dengan kapal yang dipakai untuk pelayaran samudera. Kapal yang memiliki baling – baling sendiri ini juga dilengkapi dengan perlengkapan pengerukan hidraulis, yaitu pembongkaran dari material yang dikeruknya ke dalam penampung yang akan dikirim ke tempat pembuangan. Cara menaikkan material yang ada di dasar laut adalah dengan memakai pompa keruk melewati pipa penghisap.

Kapal keruk lautan beroperasi dengan cara bergerak mengikuti lengan penarik yang bergerak secara perlahan ke muka, mendahului kapalnya, seperti kapal laut yang memiliki mesin sendiri. Terkadang juga kapal ini beraktivitas dalam posisi yang tidak bergerak ketika proses pengerukan sedang berlangsung. Ketika pemompaan terus berlanjut, berbagai macam partikel padat dari bahan galian akan tersedot dan temtampung di gerobak penampung (hopper), sedangkan air yang ikut tersedot akan dibuang kembali ke luar kapal. Apabila gerobak penampungnya sudah penuh, lengan penghisap akan dinaikkan kembali, lalu kapal akan melanjutkan perjalanan ke tempat pembuangan untuk mengosongkan gerobak penampung tersebut.

Sebelum diketemukannya peralatan mekanik seperti sekarang ini, pengerukan kanal & terusan  dilaksanakan dengan cara menyempitkan aliran sungai agar arusnya menjadi cukup kuat untuk membawa serta endapan, kemudian menggerus terusan tersebut. Jika di eropa, dilakukan dengan cara membuat kolam pasang surut yang nantinya akan terisi dengan air pada saat pasang naik dan air akan ditahan di dalamnya. Kemudian pada waktu air di dalam kolam itu surut akan dilepaskan agar airnya bisa menggerus endapan pada terusan tersebut. Metode seperti ini juga sudah dipergunakan oleh banga China dan juga Syiria pada zaman dahulu kala.

Baca Juga : Jenis – jenis Kapal

Macam – macam kapal keruk :

  1. Suction Dredger / Kapal Keruk Penghisap bekerja dengan cara menghisap material dengan memakai pipa panjang yang menyerupai vacuum cleaner.
  2. Trailing Suction Hopper Dredger (THSD) digunakan untuk menyeret pipa penghisap pada waktu sedang beroperasi, lalu mengisi material yang sudah dihisap ke tempat penampung (hopper) yang ada di kapal tersebut. Jika tempat penampungnya sudah terisi penuh, maka kapal ini akan melaju menuju ke lokasi pembuangan. Cara pembuangannya adalah dengan melalui pintu yang ada di bawah kapal / dapat juga dengan memompa materialnya menuju keluar kapal dimana tempat pembuangan tersebut berada.
  3. Cutter-Suction Dredger (CSD) memiliki tabung hisap berkepala pemotong pada bagian pintu masuk penghisap. Pemotong ini bisa juga dipakai untuk memotong materiaq yang keras seperti batu dan kerikil. Meterial yang sudah dikeruk pada umumnya akan dihisap oleh pompa penghisap sentrifugal dan akan dikeluarkan melewati pipa maupun ditampung di kapal tongkang. Pada bagian belakang kapal ini mempunyai spud can dan dua jangkar yang ada di kanan & kiri, yang dapat digunakan sebagai poros penggerak dan untuk menarik ke kanan & kiri.
  4. Bucket Dredger merupakan kapal yang tertua dari bagian kapal keruk ini. Kapal ini pada umumnya dilengkapi dengan alat seperti bucket atau timba yang bergerak secara simultan yang digunakan untuk mengangkat sedimen yang terletak di dalam air. Pada saat ini, kapal jenis ini masih dipergunakan untuk menambang bijih timah yang ada di Bangka Belitung dan juga di Kepulauan Riau. Kapal ini juga masih tergolong cukup handal untuk mengeruk karang sebagai pembuatan alur pelayaran.
  5. Backhoe Dredger / Dipper Dredger sama dengan backhoe / excavator yang ada di darat tetapi yang ini diletakkan di atas kapal tongkang.
  6. Water injection Dredger (WID) menambah di dalam sebuah jet kecil dengan tekanan rendah ke sedimen yang ada di dasar air, supaya air tersebut dapat mengikat sedimen sehingga akan dapat melayang di atas air. Kemudian, akan didorong oleh arus & gaya berat keluar dari lokasi pengerukan. Kapal ini biasanya dipergunakan untuk maintance dredging di daerah pelabuhan.

Baca Juga : Jenis – jenis Kapal Keruk

Sekian penjelasan informasi yang bisa kami sampaikan. Jangan lupa untuk menunggu updatean dari artikel kami selanjutnya ya! see you next time!

Baca juga : Sekilas Info Kapal

tokoraphandicraft.com

Kapal Tunda yang Tak Dikenal Tapi Banyak Digunakan

Kapal Tunda yang Tak Dikenal Tapi Banyak Digunakan

Pada tahu nggak tug boat itu kayak gimana? Emangnya buat apa sih? Nah, pasti kalian terasa asing kan dengan kapal ini. Karena memang kapal ini nggak banyak dibahas oleh banyak orang. Jadi daripada kalian semua bingung, yuk kita simak penjelasan lengkapnya.

Kapal tunda (tug boat) merupakan salah satu jenis kapal yang dipergunakan untuk melakukan pergerakan atau manuver, terutama untuk menarik atau mendorong kapal lain yang lebih besar di pelabuhan, laut lepas, atau bisa juga dengan melalui sungai / terusan. Kapal ini juga bisa digunakan untuk menarik kapal tongkang, kapal yang rusak, dan lain sebagainya. Sesuai dengan peraturan yang ada pada Pasal 3 PM 93 Tahun 2019 Tentang Sarana Bantu dan Prasarana Pemanduan Kapal, ada 3 kategori kapal yang dibantu dengan kapal tunda yaitu 70-150 meter menggunakan satu kapal; 150-250 meter menggunakan 2 kapal tunda; dan 250 ke atas minimal menggunakan 3 kapal tunda.

Meskipun kapal ini memiliki ukuran yang bisa dibilang kecil, tetapi kapal ini memiliki tenaga yang besar. Mesin induk dari kapal tunda pada umumnya memiliki kekuatan antara 750 – 3.000 horse power (500 sampai dengan 2.000 kW), akan tetapi kapal yang memiliki ukuran lebih besar yang digunakan di laut lepas bisa memiliki kekuatan hingga 25.000 horse power (20.000 kW). Pada zaman dahulu, kapal ini melaju dengan menggunakan mesin uap, akan tetapi pada saat ini sudah menggunakan mesin diesel. Mesin yang digunakan pada kapal ini biasanya sama dengan kereta api, tapi kapal digerakkan oleh baling – baling.

Kapal tunda dapat memiliki kemampuan manuver / pergerakan yang tinggi jika unit penggeraknya juga memenuhi. Kapal ini yang menggunakan penggerak konvesional, mempunyai ba;ing –baling yang ada di belakang, yang akan sangat tepat jika digunakan untuk menarik kapal besar dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Jenis penggerak yang lain yang biasa disebut dengan Schottel Propulsion System (Azimuth Thruster atau Z-peller) yang mana baling – baling yang ada di bawah kapal bisa bergerak 360o. Ada juga sistem penggerak Voith-Schneider yang memakai sejenis pisau yang ada di bawah kapal yang bisa membuat kapal berputar 360o.  

Baca Juga : Jenis – jenis Kapal

Jenis – jenis kapal tuda (tug boat) :

  • Menurut Wilayah Kerjanya
  • Seagoing Tug Boat adalah kapal yang memiliki wilayah kerja di lautan lepas, dan kerap dipakai untuk operasi tengah laut. Pada umumnya mempunyai fore yang tinggi yang berguna untuk memecah ombak. Kapal ini juga mempunyai ukuran yang lebih besar daripada yang lain yang dapat mengangkut awak kapal sebanyak 7 – 10 orang, sehingga kapal ini juga mempunyai mesin tenaga yang sangat besar.
  • Harbour Tug Boat adalah kapal yang memiliki wilayah kerja di pelabuhan. Memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding dengan Seagoing Tug Boat. Kapal ini memiliki tugas untuk menarik / mendorong kapal besar untuk merapat ke dermaga, karena kapal – kapal besar tidak dapat bergerak cukup lincah di pelabuhan yang sedang ramai dengan kapal – kapal yang lain.
  • River Tug Boat adalah kapal yang memiliki wilayah kerja di sungai – sungai yang beraliran tenang. Kapal ini tidak bisa dan akan sangat berbahaya jika beroperasi di lautan lepas, karena desain dari hullnya yang rendah dan kotak hingga tidak mempunyai kemampuan untuk memecah ombak dan juga sangat senditif terhadap gelombang laut. Kapal ini sering disebut juga dengan nama towboats / pushboats, karena sering dipakai untuk menarik / mendorong kapal tongkang.
  • Menurut Posisinya Saat Menunda
  • Pushing Tug Boat memiliki fungsi untuk mendorong kapal yang lain. Kapal ini juga dilengkapi dengan bantalan – bantalan yang dibuat dari karet atau yang biasa disebut dengan damprah, agar bodi kapalnya tidak tergores pada saat mendorong kapal lain.
  • Towing Tug Boat memiliki fungsi untuk menarik kapal lain. Untuk menarik dan membelokkan kapal yang lainnya, kapal ini juga dibekali dengan winch serta tali fiber yang panjangnya ratusan meter.
  • Slide Tug Boat memiliki fungsi untuk menunda pergerakan kapal lain dengan cara menempelkan bodinya pada kapal lain kemudian menggerakkannya.

Baca Juga : Jenis – jenis kapal tunda

Gimana nih sama penjelasan di atas? Apakah kalian udah paham sama penjelasannya? Semoga bisa menambah wawasan kalian semua ya! see you next time!

Baca juga : Kapal Layar Legendaris

tokoraphandicraft.com

Kapal Tongkang yang Jarang Diketahui

Kapal Tongkang yang Jarang Diketahui

Mungkin banyak dari kalian sangat asing kan dengan yang namanya kapal tongkang? Sebenarnya itu kapal jenis apa sih? Emangnya ada ya kapal itu? Bentuknya kayak gimana sih? Yuk, kita bahas di sini!

Kapal tongkang (Barge) atau yang biasa disut juga dengan kapal Ponton merupakan salah satu jenis kapal yang memiliki bentuk lambung datar bahkan akan terlihat seperti kotak besar yang mengapung di atas air. Kapal ini biasanya dipergunakan untuk mengangkut barang dengan kapasitas yang besar dan berat. Kapal ini tidak memiliki mesin sendiri, sehingga untuk dapat berjalan harus dibantu dengan cara ditarik oleh kapal tunda (tug boat) atau didorong oleh kapal towboats. Ponton juga bisa digunakan untuk memfasilitasi pasang surutnya air laut seperti yang ada di dermaga apung.

Baca Juga : Kapal Tunda (Tug Boat)

Fungsi dari kapal tongkang :

  1. Pada sekitar tahun 1960-an sampai 1980-an, kapal ini digunakan untuk membawa transportasi darat seperti mobil, motor, truk, dan lain sebagainya untuk menyeberangkannya dari satu daerah ke daerah lain melalui jalur laut. Karena pada saat itu masih belum banyak jembatan yang bisa memudahkan untuk penyebrangan. Daerah yang menggunakan kapal ini sebagai bantuan penyebrangan yaitu jalur lintas Sulawesi, Sumatera, Papua, dan Kalimantan.
  2. Mengangkut muatan dalam jumlah yang besar seperti kayu dan lain sebagainya.
  3. Mengangkut muatan hasil tambang seperti pasir, batubara, nikel, bijih besi, dan lain sebagainya.
  4. Mengangkut peti kemas / kontainer, biasanya jika digunakan untuk mengangkut ini, maka yang digunakan adalah tongkang yang menggunakan mesin.
  5. Kepentingan wisata. Agar dapat menstabilkan kapal ini, maka umumnya memakai dua ponton yang digabung menjadi satu secara paralel.

Jenis – jenis ukuran dari kapal tongkang :

  • Ukuran 180 feet, dapat mengangkut muatan batubara / kargo curah sebanyak kurang lebih 3.000 MT.
  • Ukuran 270 feet, dapat mengangkut muatan batubara sebanyak 4.000 – 5.500 MT.
  • Ukuran 300 feet, dapat mengangkut muatan batubara sebanyak 7.500 – 7.700 cargo.
  • Ukuran 320 feet, dapat mengangkut muatan batubara sebanyak 10.000 – 10.200 MT.
  • Ukuran lebih dari 320 feet, dapat mengangkut muatan sebanyak lebih dari 10.000 MT bahkan hingga 16.000 MT.

Kapal ini tidak mempunyai mesin penggerak atau unpropeller (baling – baling penggerak), sehingga hanya konstruksinya saja yang memiliki kemiripan dengan kapal, tetapi bedanya tidak mempunyai mesin maupun kemudi. Di Indonesia ini terdapat banyak wilayah yang membuat atau memproduksi kapal tongkang yaitu di galangan kapal daerah Surabaya, Jakarta, & Batam yang menjadi salah satu basis produksi perkapalan di Indonesia.

Selengkapnya : Tongkang

Bagaimana nih dengan informasi di atas? Apakah kalian sudah mengerti dengan kapal tongkang? Jangan lupa untuk menunggu update an artikel kita selanjutnya ya! see you next time!

Baca juga : Sekilas Info Kapal

tokoraphandicraft.com

Kapal Tanker yang Penuh Waspada

Kapal Tanker yang Penuh Waspada

Artikel Kapal Tanker

Kalian pernah dengar nggak sih kapal tanker itu kayak gimana? Atau kalian belum pernah dengar sama sekali? Atau bahkan belum pernah tahu bentuknya seperti apa? Yuk kita ikuti penjelasan di bawah ini!

Kapal tanker merupakan sebuah kapal yang memang di desain secara khusus untuk mengangkut atau membawa minyak, cairan kimia, maupun cairan lainnya. Jenis kapal ini memiliki ciri khusus yaitu memiliki banyak pipa yang berada di atas bagian dek kapal. Terdapat juga kapal yang memiliki desain bentuk setengah lingkaran di bagian dek kapal yang biasanya di sebut dengan LNG.

Kapal tanker di bekali dengan sistem keselamatan yang tinggi dan telah ditetapkannya. Karena mengingat bahwa kapal ini membawa jenis muatan yang sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan, jadi harus berhati – hati. Jika terjadi sedikit kesalahan dalam kapal ini, maka akan berakibat sangat fatal  bagi pekerja maupun lingkungan sekitar. Seringkali terjadi kejadian – kejadian berbahaya yang di alami oleh pekerja kapal pada saat bekerja di sini, seperti terjadi kebakaran, kebocoran, dan lain sebagainya.

Selengkapnya : Bahaya Kapal Tanker 

Jenis – jenis kapal tanker

Berdasarkan Muatan yang Di angkut

  1. Oil Tanker Merupakan jenis kapal yang di buat khusus untuk mengangkut minyak curah.
  2. Product Tanker Yaitu kapal yang di khususkan untuk mengangkut hasil produk minyak dari pengolahan minyak mentah yang berasal dari kilang pengolahan. Kapal ini memiliki perbedaan berdasarkan jenis minyak (clean & dirty) dan tangkinya. Clean Product merupakan produk minyak yang memiliki sifat yang ringan. Contohnya adalah minyak tanah, solar, avtur, dan juga bensin. Sedangkan, Dirty Product merupakan produk minyak yang memiliki sifat yang lebih berat. Contohnya seperti minyak bakar dan juga residu. Clean Product dapat membawa Dirty Product, sedangkan Dirty Product tidak bisa membawa Clean Product.
  3. Crude Tanker Yaitu kapal yang di khususkan untuk mengangkut minyak mentah, yang biasanya bersifat homogen. Untuk minyak mentah itu sendiri tidak memiliki perbedaan  spesifik yang cukup berpengaruh, karena pada akhirnya akan diolah ke tahap selanjutnya. Ukuran dari kapal ini mulai dari 50.000MT dwt sampai dengan sekitar 500.000 MT dwt.
  4. Chemical Tanker Merupakan kapal yang di rancang khusus dan di gunakan untuk mengangkut bahan kimia cair curah. Kapal ini juga bisa di pakai untuk mengangkut jenis bahan yang sensitif seperti lemak, minyak nabati, metanol, dan lain sebagainya dengan memperhatikan standar kebersihan yang tinggi. Muatan dari kapal ini termasuk muatan yang sangat berbahaya, karena sebagian besarnya beracun maupun mudah terbakar. Menurut IBC Code, jenis kapal ini di bagi menjadi tiga jenis berdasar pada kapabilitasnya dalam mengangkut bahan kimia, yaitu ST1, ST2, dan ST3.

Berdasarkan Ukurannya

  • Handy-size Tankers merupakan kapal yang memiliki bobot 5.000 – 35.000 ton dan biasanya di pakai untuk mengangkut product oil.
  • General Purpose Tankers memiliki bobot 10.000 MT – 25.000 MT dwt dan umumnya di pakai untuk mengangkut refind product.
  • Medium-size Tankers memiliki bobot mati 35.000 – 160.000 ton dan biasanya di pakai untuk mengangkut minyak mentah maupun minyak jadi.
  • VLCCs (Very-large Crude Carriers) memiliki bobot mati 160.000 – 300.000 ton dan biasanya di pakai untuk mengangkut crude oil.
  • ULCCs (Ultra-large Crude Carriers) memiliki bobot mati >300.000 ton dan biasanya di pakai untuk mengangkut crude oil.

Baca juga : Jenis – jenis Kapal

Gimana nih sama penjelasan di atas? Apakah kalian sudah paham tentang topik dari artikel ini? Jangan lupa untuk tunggu  update dari kami berikutnya ya! See you next time!

Baca juga : Sejarah Kapal

tokoraphandicraft.com

Kapal Kargo

Kapal Kargo

Artikel Kapal Kargo

Kapal kargo atau yang biasa disebut juga dengan kapal barang merupakan salah satu jenis kapal yang dapat membawa barang – barang dan muatan dalam jumlah banyak dari satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain. Pada setiap tahunnya terdapat ribuan kapal jenis ini yang melintasi samudera dan juga lautan di seluruh dunia dengan memuat berbagai macam barang untuk perdagangan internasional. Kapal kargo biasanya didesain secara khusus dan dibuat dalam beberapa ukuran karena memiliki tugas yang sangat berat. Biasanya, kapal ini juga dilengkapi dengan crane dan mekanisme yang lain untuk memudahkan dalam kegiatan bongkar muat barang.

Menurut catatan terawal tentang aktivitas pengangkutan laut menyebutkan bahwa pengangkutan barang – barang untuk perdagangan, bukti – bukti sejarah dan arkeologi juga membuktikan bahwa kegiatan ini sudah mulai meluas pada awal abad ke-1 Sebelum Masehi. Pada zaman pertengahan, keinginan untuk mengoperasikan jalur perdagangan untuk jarak tempuh yang lebih jauh dan juga lebih banyak musim inovasi dalam perbaikan desain kapal.

Pada saat sebelum pertengahan, terdapat banyak kasus pembajakan yang dilakukan oleh bajak laut yang mengakibatkan semua kapal harus siap dengan persenjataan di atas kapalnya. Kegiatan pembajakan ini juga masih sering terjadi di wilayah lautan sekitar Asia, khususnya di Selat Malaka. Pada tahun 2004, pemerintah dari semua negara yang berbatasan dengan selat malaka ini, yaitu negara Singapura, Indonesia, dan juga Malaysia setuju untuk memberikan perlindungan yang ekstra pada kapal – kapal yang melewati selat tersebut.

Dengan adanya kemajuan teknologi pada saat ini, pastinya orang – orang akan lebih memilih untuk  memakai pengiriman atau ekspedisi denagn melalui jalur udara, karena lebih cepat, lebih praktis dan dapat menghemat waktu. Tetapi, apabila perusahaan mengirimkan barang dalam jumlah yang besar dan banyak, maka pengiriman dengan melalui jalur udara akan lebih banyak memakan biaya. Pengiriman dengan menggunakan jalur udara juga mempunyai kekurangan yaitu tidak bisa menampung barang dalam jumlah yang besar.

Jika suatu perusahaan mau mengirimkan barang dalam jumlah yang besar, maka lebih baik perusahaan tersebut melakukan pengiriman barang dengan menggunakan jalur transportasi laut. Karena selain bisa mengirimkan muatan barang dengan jumlah yang besar, pengiriman barang dengan melalui transportasi laut mempunyai biaya pengiriman yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan melalui  jalur udara dan darat.

Baca juga : Jenis – jenis Kapal Kargo

tokoraphandicraft.com

Kapal Pesiar

Kapal Pesiar

Artikel Kapal Pesiar

Kapal pesiar (bahasa Inggris: cruise ship / cruise liner) merupakan sebuah kapal yang digunakan secara khusus untuk tujuan melakukan rekreasi / perjalanan wisata. Biasanya, penumpang akan menaiki kapal ini untuk menghabiskan waktu liburan atau waktu luang di atas kapal yang menyediakan fasilitas penginapan dan juga perlengkapan yang mirip dengan yang ada di hotel berbintang. Sebagian dari kapal pesiar yang ada mempunyai rute perjalanan yang akan selalu mengarah kembali ke pelabuhan asal keberangkatan. Lamanya waktu pelayarannya juga dapat berbeda – beda, mulai dari beberapa hari saja hingga hampir sekitar enam bulan tidak kembali ke pelabuhan asal keberangkatan.

Kapal pesiar ini tidak sama dengan kapal samudra atau ocean liner yang melakukan perjalanan dengan melalui rute reguler di lautan terbuka, terkadang juga antar benua, dan mengantarkan para penumpang dari suatu titik keberangkatan ke titik tujuan yang lainnya. Jika kapal jenis ini memiliki ukuran yang lebih kecil dan sarat air kapalnya lebih rendah, maka akan dipakai sebagai kapal pesiar sungai.

Jenis – jenis kapal pesiar :

  1. Mega Cruise Ship

Merupakan jenis kapal yang berukuran besar dan tentunya mewah. Kapal jenis ini dapat menampung hingga 3000 penumpang dan juga mempunyai fasilitas yang lengkap. Seperti restoran, bar, nightclubs, tempat perbelanjaan, bioskop, galeri dan museum, gym, spa, kolam renang, dan fasilitas lainnya yang tentunya sangatlah mewah. Karena, fasilitas yang komplit dan mewah merupakan sebuah prioritas bagi mega cruise ship. Pada saat ini, kapal jenis ini bahkan bisa menampung hingga mencapai 5000 penumpang dalam sekali perjalanan.

  1. Luxury Cruise Ship

Kapal yang satu ini sangat mementingkan unsur kemewahan dalam setiap fasilitas dan juga akomodasi yang ada di dalam luxury cruise ship ini. Jadi, kapal ini tidak begitu mementingkan akan banyaknya menampung penumpang  dan ukuran dari kapalnya yang bisa dikatakan sedang. Tamu – tamu yang biasanya membooking kapal ini adalah golongan orang terkaya di dunia maupun pejabat – pejabat negara dari Uni Emirate Arab, dataran Eropa, dan juga Amerika.

  1. Ocean Cruise Ship

Kapal jenis ini bisa berlayar keliling dunia. Karena, kapalnya sudah dipersiapkan dengan fasilitas dan juga perlengkapan yang digunakan untuk menghadapi rintangan yang ada pada saat melakukan pelayaran di samudera. Seperti adanya badai, gelombang tinggi, hujan, angin, dan cuaca buruk yang lain.

  1. Small Cruise Ship (Yacht)

Merupakan kapal yang memiliki ukuran sedang, daya tampungnya hanya untuk beberapa ratus penumpang saja, dan lebih mementingkan pelayanan yang diberikan kepada penumpang. Penumpang yang menaiki kapal ini umumnya cenderung menginginkan suasana yang lebih private tanpa meluapakan sisi kemewahan yang hadir di dalamnya. Tujuan dari kapal ini juga berbeda dari kapal jenis lain, yaitu lebih banyak berlayar ke daerah yang sulit dijangkau oleh kapal yang berukuran lebih besar.

  1. Expedition Cruise Ship

Kapal jenis ini biasanya digunakan oleh para peneliti atau reporter dari discovery channel untuk melakukan ekspedisi atau perjalanan khusus yang dilakukan untuk membuat liputan.

Baca juga : Contoh Kapal Pesiar

Gimana nih sama penjelasannya? Jadi ingin naik kapal pesiar kan? sama dong kayak author hehe.

Sampai ketemu di lain kesempatan ya! See you next time!

tokoraphandicraft.com

Kapal Layar

Kapal Layar

Artikel Kapal Layar

Kapal layar merupakan sebuah kendaraan yang pergerakannya dibantu dengan adanya layar yang menggunakan tenaga angin untuk pendorongnya. Biasanya menggunakan konstruksi yang terbuat dari kayu yang cukup kuat. Kayu cukup lama digunakan sebagai bahan tulang punggung pelayaran yang bersifat sipil ataupun militer. Sampai pada abad ke-19 diketemukan mesin uap dan kapal besi atau baja yang beriringan dengan ramainya revolusi industri. Revolusi industri ini dipelopori oleh negara Inggris dengan diawalinya penemuan mesin uap oleh James Watt.

Saat pertama kali ditemukan, kapal ini dapat bergerak dengan menggunakan tenaga manusia sebagai pendayung dan juga berfungsi sebagai layar. Model yang seperti ini bisa dilihat di kapal viking, kapal romawi, kapal mesir kuno, kapal india kuno, sampai dengan pada masa kapal borobudur yang pada saat itu sudah menggunakan kapal layar. Seiring dengan berjalannya waktu, kapal jenis ini juga mengalami perkembangan seperti digunakannya kapal layar bercadik yang dapat ditemukan di Indonesia. Terdapat juga kapal yang menggunakan layar segitiga seperti yang pernah ditemui di Timur Tengah, kapal dengan layar segi empat yang dipakai oleh bangsa Eropa pada saat akan memasuki abad penjajahan, dan juga kapal dengan layar lipat yang ditemui di Jepang atau China.

Pada saat sekarang, kendaraan ini pada umumnya sudah dilengkapi dengan mesin tempel sebagai solusi jika nantinya tidak ada tiupan angin pada saat berlayar di daerah – daerah tertentu, agar nantinya tetap bisa melanjutkan perjalanan ke daerah yang akan dituju. Beberapa kapal yang terkenal di Indonesia yaitu kapal Dewaruci, Pinisi, Bimasuci, dan lain sebagainya.

Jenis – jenis kapal layar :

  1. Berdasarkan Tenaga Penggerak
  • Kapal dengan Pendayung
  • Kapal Tanpa Pendayung
  1. Dari Bentuk Layar
  • Layar Segitiga
  • Layar Segiempat
  • Layar Lipat
  1. Dari Tipe Kapal
  • Kapal Bercadik

Merupakan kapal yang digerakkan dengan menggunakan layar yang memanfaatkan tenaga angin sebagai pendorongnya. Kegunaan dari cadik pada kapal ini adalah untuk menyeimbangkan badan dan memantapkan perahu. Contohnya adalah Kapal Borobudur

  • Kapal Jung

Istilah “jung” (Bahasa Portugis: junco; bahasa Belanda: jonk; dan bahasa Spanyol: joanga) yang juga dipakai pada masa kolonial untuk merujuk pada kapal berukuran besar sampai sedang dari budaya Austronesia di Asia Tenggara Maritim, dengan atau tanpa sistem layar jung. Kapal ini banyak ditemukan di wilayah perairan Asia Tenggara hingga ke pantai timur Afrika. Jenis kapal Jung yang populer adalah Jung Jawa dan Jung China (Jung China Utara & Jung China Selatan).

  • Kapal Clipper

Kapal yang digunakan pada pertengahan abad ke-19 sebagai kapal pedagang yang dirancang untuk kecepatannya.

  • Kapal Galiung / Galiun

Merupakan kapal berukuran besar yang mempunyai dek beberapa tingkat dan biasanya digunakan oleh negara – negara Eropa dari abad ke-16 sampai abad ke-18. Biasanya digunakan untuk berdagang ataupun berperang yang dibekali dengan meriam jenis demiculverin.

  • Kapal Dromon

Merupakan salah satu kapal perang yang memiliki layar dan menjadi kapal perang paling penting dalam Angkatan Laut Bizantium pada abad ke-5 sampai abad ke-12 Masehi yang digantikan oleh kapal perang bergaya Italia.

  • Kapal Cog
  • Kapal Caravel

Merupakan kapal yang memiliki layar kecil yang mudah untuk dikemudikan dan banyak digunakan oleh negara Portugis untuk melalui pantai Afrika Barat dan Samudera Atlantik pada abad ke-15.

  • Kapal Kerakah

(bahasa Inggris: carrack; bahasa Portugis: carraca; bahasa Prancis: caraque) merupakan sejenis kapal pelintas semudra yang memiliki tiang tiga / empat yang digunakan sebagai kapal dagang bagi Bangsa Eropa dari Laut Tengah ke Laut Baltik. Kapal ini mulai dikembangkan pada abad ke-14 dan ke-15 di Eropa.

  • Longship

Merupakan kapal yang ditemukan pada abad ke-4 SM yang digunakan oleh orang – orang Norsemen / Viking untuk perdagangan, penjelajahan, dan peperangan.

Merupakan kapal tradisional khas milik Indonesia yang berasal dari Suku Bugis di Provinsi Sulawesi Selatan.

Bagaimana dengan informasi di atas? Semoga dapat bermanfaat ya bagi kalian semua! See you next time!

Miniatur Kapal Layar Dewaruci

tokoraphandicraft.com