Sejarah Kapal Latih KRI Dewaruci

Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci merupakan sebuah kapal latih tiang tinggi legendaris yang ada di negara ini yang digunakan oleh taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut (AAL). Kapal ini dihadirkan untuk melahirkan perwira & pelaut Indonesia yang tangguh. Para taruna / kadet AL Indonesia dilatih untuk mengarungi lautan lepas bersama KRI Dewaruci. Pelayarannya juga tidak selalu mulus & seperti yang diharapkan, kadang mereka akan menghadapi ganasnya lautan seperti dengan adanya badai yang dapat terjadi kapanpun. Dari pengalaman tersebut, maka akan lahir pelaut – pelaut yang berkarakter, tangguh, & dapat diandalkan.

Nama dari kapal ini diambil dari nama dewa yang ada dalam kisah klasik pewayangan Jawa yaitu Dewa Ruci. Dengan penggunaan nama ini di kapalnya, maka diharapkan bagi para pelaut yang lahir dari kapal latih tiang tinggi ini akan menemukan jati dirinya, sebagaimana seorang Bima yang menemukan makna kehidupan yang sebenarnya dalam diri Dewaruci. Yang akan membuat mereka menjadi berkarakter, cakap, dan tangguh dalam menjaga wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga : Kisah Bima bertemu Dewaruci

Kapal ini dibangun di galangan kapal milik Heinrich Christoph Stülcken, yaitu H.C. Stülcken & Sohn, Hamburg, Jerman Barat. Kapal dari hasil rancangan Adrian Braun ini sebenarnya telah dibangun sejak tahun 1932, akan tetapi harus berhenti di tengah jalan karena terjadi Perang Dunia Kedua di Eropa pada tahun 1939 – 1945. Karena kapal bertipe Barquentine ini mau dijadikan sebagai kapal latih, maka akan memerlukan beberapa perubahan sehingga nantinya akan mampu untuk berlayar pada kemiringan 45o. Setelah kapalnya sudah rampung, dilakukan lah serangkaian pelayaran uji coba di sekitar Laut Utara sampai ke Semenanjung Skandinavia, hal ini dilakukan sampai dinyatakan untuk layak berlayar.

Pada tanggal 24 Januari 1953, KRI Dewaruci disebrangkan secara langsung dari Jerman Barat ke Indonesia dengan disertai oleh para kadet dari Institut Angkatan Lut (IAL), yang sebelumnya diterbangkan dari Indonesia ke Jerman Barat. Pada tanggal 2 Oktober 1953, kapal layar tiang tinggi ini diserahkan secara resmi kepada ALRI. Pihak Jerman Barat diwakili oleh OTTO von Hottendorf dan ALRI diwakili oleh Asisten Personel KSAL (Aspers KSAL) Mayor Pelaut Imam Sutopo pada saat upacara serah terima. Selanjutnya, kapal ini diberi nama RI Dewa Rutji dan masuk kedalam Satuan Kapal Bantu berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pertahanan RI Nomor MP/H1254 tanggal 11 Januari 1954.

Sejak memperkuat jajaran TNI AL pada tahun 1953, KRI Dewaruci telah dua kali melaksanakan pelayaran muhibah keliling dunia yaitu tahun 1964 dan 2012. Setelah 11 tahun sejak peluncurannya, KRI Dewaruci berhasil menjalankan misi keliling dunia untuk pertama kalinya dengan menyusuri Samudera Hindia, Samudera Atlantik, Benua Amerika, Terusan Zues, Terusan Panama, hingga Samudera Pasifik.

Selengkapnya di : Awal Mula Kisah Dewaruci

Hingga pada tahun 2013, KRI Dewaruci telah berhasil untuk menjalankan misi mengarungi lautan dunia hingga 41 kali dan dipimpin oleh 45 Komandan Kapal yang berbeda – beda. Tujuan dari pelayarannya juga sangatlah beragam. Kini, setelah mengabdi selama lebih dari 60 tahun kapal ini sudah dipurna tugaskan. Kemudian dialihfungsikan sebagai sarana objek wisata sejarah maritim di Indonesia. Kapal ini nantinya akan lebih banyak bersandar, sementara misi penjelajahan lautan ini nantinya akan diteruskan oleh pengganti dari kapal latih ini yaitu KRI Bimasuci.

Baca Juga : Sejarah Kapal

tokoraphandicraft.com