Tergantikannya KRI Dewaruci oleh KRI Bima Suci

Kalian tahu nggak sih jika ada kapal yang punya sejarah luar biasa yang ada di Indonesia? Kira – kira kapal itu bisa bertahan berapa lama sih? Emangnya udah ngelakuin apa saja sehingga kita harus mengenangnya? Apakah sudah ada generasi selanjutnya dari kapal tersebut? Yuk, kita simak cerita dari KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci di bawah ini!

KRI Dewaruci

Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci merupakan kapal latih tiang tinggi legendaris yang ada di Indonesia yang digunakan oleh taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut (AAL). Tempat pangkalan dari kapal ini berada di daerah Surabaya. KRI Dewaruci ini juga menjadi satu-satunya kapal layar tiang tinggi yang masih layak untuk berlayar dari tiga kapal yang pernah ada di Indonesia. Tetapi karena kapal ini merupakan kapal layar dengan tipe Barquentine bertipe mungil dan anggun, ada saja pihak yang ragu akan ketangguhan dari kapal ini. Mereka berkata bagaimana mungkin perahu layar yang memiliki ukuran seperti sekoci ini mampu mengelilingi dunia & menghalau amukan gelombang. Kita buktikan saja dengan melihat sejarah yang ada! Karena Indonesia tidak akan menyerah begitu saja!

Baca Juga : Spesifikasi KRI Dewaruci

Kapal ini dibangun di galangan kapal milik Heinrich Christoph Stülcken, yaitu H.C. Stülcken & Sohn, Hamburg, Jerman Barat. Kapal dari hasil rancangan Adrian Braun ini sebenarnya telah dibangun sejak tahun 1932, akan tetapi harus berhenti di tengah jalan karena terjadi Perang Dunia Kedua di Eropa pada tahun 1939 – 1945. Karena kapal bertipe Barquentine ini mau dijadikan sebagai kapal latih, maka akan memerlukan beberapa perubahan sehingga nantinya akan mampu untuk berlayar pada kemiringan 45o. Setelah kapalnya sudah rampung, dilakukan lah serangkaian pelayaran uji coba di sekitar Laut Utara sampai ke Semenanjung Skandinavia, hal ini dilakukan sampai dinyatakan untuk layak berlayar.

Pada tanggal 24 Januari 1953, KRI Dewaruci disebrangkan secara langsung dari Jerman Barat ke Indonesia dengan disertai oleh para kadet dari Institut Angkatan Lut (IAL), yang sebelumnya diterbangkan dari Indonesia ke Jerman Barat. Pada tanggal 2 Oktober 1953, kapal layar tiang tinggi ini diserahkan secara resmi kepada ALRI. Pihak Jerman Barat diwakili oleh OTTO von Hottendorf dan ALRI diwakili oleh Asisten Personel KSAL (Aspers KSAL) Mayor Pelaut Imam Sutopo pada saat upacara serah terima. Selanjutnya, kapal ini diberi nama RI Dewa Rutji dan masuk kedalam Satuan Kapal Bantu berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pertahanan RI Nomor MP/H1254 tanggal 11 Januari 1954.

Sejak memperkuat jajaran TNI AL pada tahun 1953, KRI Dewaruci telah dua kali melaksanakan pelayaran muhibah keliling dunia yaitu tahun 1964 dan 2012. Setelah 11 tahun sejak peluncurannya, KRI Dewaruci berhasil menjalankan misi keliling dunia untuk pertama kalinya dengan menyusuri Samudera Hindia, Samudera Atlantik, Benua Amerika, Terusan Zues, Terusan Panama, hingga Samudera Pasifik.

Hingga pada tahun 2013, KRI Dewaruci telah berhasil untuk menjalankan misi mengarungi lautan dunia hingga 41 kali dan dipimpin oleh 45 Komandan Kapal yang berbeda – beda. Tujuan dari pelayarannya juga sangatlah beragam. Kini, setelah mengabdi selama lebih dari 60 tahun kapal ini sudah dipurna tugaskan. Kemudian dialihfungsikan sebagai sarana objek wisata sejarah maritim di Indonesia. Kapal ini nantinya akan lebih banyak bersandar, sementara misi penjelajahan lautan ini nantinya akan diteruskan oleh pengganti dari kapal latih ini yaitu KRI Bimasuci.

Selengkapnya : Sejarah Dewaruci & Bima Suci

KRI Bima Suci

Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci secara resmi telah menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut dan merupakan sebuah kapal layar latih bagi taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut (AAL). Kapal ini secara resmi telah digunakan untuk menggantikan posisi kapal layar latih pendahulunya, yaitu KRI Dewaruci. KRI Bima Suci merupakan sebuah  kapal layar tiang tinggi yang bertipe Bark (Barque), dan ditandai dengan dua tiang tinggi yang berguna untuk mengembangkan layar-layar utama berbentuk persegi horizontal.

KRI Bima Suci dibangun di galangan kapal Contruccon Navales Freire Shipyard di Vigo, Spanyol barat, yang memekan waktu selama hampir dua tahun. KRI Bima Suci diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P, di dermaga tempat kapal ini dibuat, yaitu di Dermaga Freire, Vigo, Spanyol. Dalam peresmian tersebut, dilakukan rangkaian upacara kemiliteran dan membunyikan sirine sebagai tanda peresmian. Yang tidak boleh ketinggalan juga adalah dengan dikibarkannya bendera Merah Putih di atas kapal Bima Suci.

KRI Bima Suci dijadwalkan akan langsung melakukan tugas perdananya yaitu operasi penyeberangan dengan berlayar mulai dari Spanyol menuju ke Indonesia pada 18 September 2017. Pada pelayaran yang pertama ini, sekaligus melakukan pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2017, bersama dengan 119 Taruna/Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat III Angkatan 64. KJK ini adalah pelayaran muhibah ke luar negeri, sekaligus dijadikan sebagai latihan dan praktek (Latek) bagi Taruna AAL dengan menggunakan kapal latih Taruna secara langsung. Kedatangan dari KRI Bima Suci disambut dengan meriah dan secara langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu yang didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., beserta para pejabat tinggi negara di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Yang menjadi daya tarik dari penyambutan ini adalah pada saat KRI Bima Suci datang dan memasuki wilayah perairan sekitar Jakarta, pada saat yang bersamaan KRI Dewaruci sebagai generasi pendahulu dari kapal layar latih menyambut KRI Bima Suci di tengah perairan, tepatnya di sebelah tenggara Pulau Damar Kepulauan Seribu dan memgarahkannya hingga sampai menjalani proses sandar di pelabuhan. Pembuatan kapal layar latih ini memang pada dasarnya dirancang untuk meneruskan tradisi keperkasaan, ketangguhan, dan kejayaan KRI Dewaruci pada zaman dahulu yang telah mengukir banyak prestasi.

tokoraphandicraft.com

IF YOU WANNA KNOW MORE ABOUT US

Spesialis Kerajinan Miniatur Kapal Layar dan Modern

– RAP HANDICRAFT –

Singkalan, Rt.11/Rw.05, Kec. Balongbendo, Kab. Sidoarjo

Phone : + 62-8880-5368-709

Email : craftkerajinan@gmail.com